Whatever You Think, Think The Opposite

Whatever You Think, Think The Opposite

Detail Buku


Oleh
ISBN
9787811514
Rilis
2007
Halaman
144
Berat
0.5 kg
Penerbit
Erlangga
Bahasa
Indonesia
Buku tidak tersedia


Dalam buku ini, Paul Arden menawarkan keunikan cara berpikir sebagai titik tolak kreativitas dan kesuksesan manusia. Buku kecil yang sangat menarik, penuh gambar, ringan dibaca, dan memberikan sengatan kepada kita untuk menggugah cara berpikir yang selama ini selalu bertumpu pada norma dan kebiasaan yang sama dengan semua orang. Buku ini dikemas dengan banyak kisah singkat tentang kemenangan orang-orang yang berani menjadi berbeda. Diperkaya juga dengan kekuatan gambar dan kata-kata yang menggugah potensi kreativitas pembaca.
***
 

Apapun yang Anda pikirkan, Pikirkan yang GILA saja!
Keteraturan dalam keseharian menjadikan manusia mengenal dua hal, yakni rutinitas dan bertindak normatif. Bukan hanya dalam sikap dan perilaku, namun cara berpikir pun mengacu pada rutinitas dan norma. Ketika dihadapkan pada stimulus berupa kata ”langit”, spontan yang terbersit adalah ”biru”. Istilah ”langit biru” pun mengiringi perkembangan pemikiran manusia, dari kanak-kanak hingga dewasa. Bukankah tidak salah bila disebutkan dengan ”langit kuning”?. Atau ”langit hitam”?.

Kita terjebak. Kita terlalu sering memikirkan solusi terhadap persoalan dengan cara yang sama seperti semua orang lainnya. Maka hasilnya adalah sebuah jebakan kesamaan yang tidak menghasilkan terobosan apapun.

Paul Arden berusaha menawarkan keunikan cara berpikir sebagai titik tolak kreativitas manusia. Bahkan terbukti bahwa suatu hal yang berbeda justru mampu menarik minat dan perhatian, dan bahkan menorehkan kesuksesan.

Kisah tentang Dick Fosbury membuka alur jalinan tulisan Paul Arden dalam buku ini. Dikisahkan bagaimana Fosbury -seorang atlit lompat tinggi yang jauh dari terkenal- melakukan lompatan berbeda dari atlit-atlit lainnya. LAZIMnya dalam melakukan lompatan, badan menghadap ke arah tiang penghalang. Namun Fosbury melakukan yang sebaliknya, yakni justru badan membelakangi tiang penghalang. Hasilnya, dia mampu melompat JAUH lebih tinggi daripada siapapun sebelumnya. Pola pemikirannya yang berlawanan dari orang lain tersebut menghasilkan gaya lompatan yang berbeda dan kemudian dikenal di seluruh dunia dengan sebutan Fosbury Flop.

Buku kecil ini menarik, penuh gambar, ringan dibaca, dan memberikan sebuah SENGATAN kepada kita untuk menggugah cara berpikir yang selama ini selalu bertumpu pada kebiasaan yang sama dengan semua orang. Cobalah berpikir BERBEDA! Bahkan meskipun pemikiran itu benar-benar gila!.

Kalau Anda merasa tidak puas berkerja di satu tempat, semua orang selalu menolak ide-ide Anda, dan tidak ada satupun keberhasilan Anda di sana, inilah anjuran Paul Arden: katakan pada bos Anda bahwa Anda mau mengundurkan diri. Akan ada dua kemungkinan. Kalau perusahaan Anda menganggap Anda sangat berharga, maka Anda akan dipertahankan dengan menaikkan gaji atau memberikan fasilitas lainnya. Ini menguntungkan Anda. Kalau Anda dibiarkan keluar, berarti Anda memang tidak dianggap penting, dan lebih baik mencari pekerjaan lain. Bukankah Anda sudah tidak merasa nikmat lagi bekerja di sana? Pemikiran seperti ini memang tidak umum, tapi menyentuh kebenaran kita. Mengguncang kemapanan berpikir.

Ada seorang profesor yang sedang mandi telanjang di sungai dan tiba-tiba melihat beberapa mahasiswanya naik perahu menuju ke arahnya. Jelas Profesor ini kaget dan merasa malu. Setelah berpikir sejenak, dia pergunakan handuk kecil yang ada di tangannya untuk menutupi mukanya, bukan auratnya. Mahasiswanya memang akan melihat ketelanjangannya, tapi tidak melihat siapa dia. Sebuah cara berpikir yang berbeda.

Setiap orang menginginkan kehidupan yang menyenangkan, tetapi sebagian besar orang takut mengambil risiko. Jadi mereka mengambil keputusan yang mudah untuk menjadikan hidup mereka sekedar menyenangkan. Kadang keputusan yang mudah adalah menjadi sama dengan orang kebanyakan.

Jan Svankmajer, seniman dan animator Cekoslowakia, berbeda. Pada tahun 1975, karya-karyanya dilarang beredar oleh pemerintah komunis karena dianggap memiliki pandangan yang sangat berbeda. Namun saat ini, karya-karyanya dianggap sebagai harta karun bangsa. Yang dia lakukan adalah berani untuk menampilkan dan mempertahankan keunikannya. Dia tidak menggantungkan dirinya pada penilaian orang kebanyakan. Bila tidak, tentu saja dia tidak akan melegenda. Mempunyai keberanian untuk mempertahankan originalitas sudut pandang melawan opini publik, menjadikan Jan Svankmajer sebagai pemenang.

Buku ini dikemas dengan banyak kisah singkat tentang kemenangan orang-orang yang berani menjadi berbeda. Diperkaya juga dengan kekuatan gambar dan kata-kata yang menggugah potensi kreativitas pembaca untuk berani menjadikannya nyata.

Buku ini adalah buku ringan, yang tidak akan mengubah hidup Anda, tapi sedikit memberikan gelitik kepada pikiran Anda.

Keputusan adalah pilihan kita. Kita bisa menjadi apa saja sesuai dengan pilihan kita. Anda berhak menggambar apapun pada kanvas kehidupan Anda. Bermimpilah yang hebat. Berpikirlah yang berbeda dengan orang lain, jadilah orang mandiri yang unik dan berprestasi.

Berpikirlah segila mungkin, selagi bisa! Itulah pesan yang ingin disampaikan buku ini.

 


 

4.5
Silahkan Login untuk memberi rating

Rating:

4.5/5 dari 2 pembaca
Buku Terkait
Buku ini juga dikoleksi oleh :
What the Dog Saw: Dan Petualangan-Petualangan Lainnya
Buku Kepunyaan
Oleh : Intan
Jumlah : 38 Buku
Dibuat : 04 October 2011