Walking After You

Walking After You

Detail Buku


Oleh
ISBN
979780772x
Rilis
2014
Halaman
328
Berat
0.5 kg
Penerbit
Gagas Media
Bahasa
Indonesia
Buku tidak tersedia
Masa lalu akan tetap ada. Kau tak perlu terlalu lama terjebak di dalamnya.
 
Pada kisah ini, kau akan bertemu An. Perempuan dengan tawa renyah itu sudah lama tak bisa keluar dari masa lalu.  Ia menyimpan rindu, yang membuatnya semakin kehilangan tawa setiap waktu. Membuatnya menyalahkan doa-doa yang terbang ke langit. Doa-doa yang lupa kembali kepadanya.
 
An tahu, seharusnya ia tinggalkan kisah sedih itu sejak berhari-hari lalu. Namun, ia masih saja di tempat yang sama. Bersama impian yang ternyata tak mampu ia jalani sendiri, tetapi tak bisa pula ia lepaskan.
 
Pernahkah kau merasa seperti itu? Tak bisa menyalahkan siapa-siapa, kecuali hatimu yang tak lagi bahagia. Pernahkah kau merasa seperti itu? Saat cinta menyapa, kau memilih berpaling karena terlalu takut bertemu luka?
 
Mungkin, kisah An seperti kisahmu. Diam-diam, doa yang sama masih kau tunggu.
 
 
 
 
 
 
 
 
• Kau tak perlu melupakan masa lalu. Yang harus kau lakukan adalah menerimanya.
 
aku tidak hanya ingin melepaskan masa lalu. Aku ingin menghapusnya.
 
Masa lalu tak bisa dihapus, sebesar apa pun keinginanmu untuk melakukan itu.
 
 
 
 
 
 
 
                             
                
Takdir serupa layang-layang. Bagaimanapun kau memegang erat buhulnya, kau tak pernah tahu bagaimana angin mengembuskannya.
 
Pernahkah kau merasa seperti itu? Hari yang cerah, tetapi langkahmu berkabut?
Begitulah Anise. Perempuan dengan tawa renyah yang mengingatkanmu akan wangi rempah-rempah itu sudah lama tak bisa beranjak. Setiap ia merasa rindu, rindu selalu memerangkapnya dalam masa lalu. Membuatnya menyalahkan doa-doa  yang terbang ke langit. Doa-doa yang lupa kembali.
 
Anise tahu, seharusnya sudah ia tinggalkan kisah sedih itu berhari-hari lalu. Namun,
ia putar-putar kakinya, lalu dijejakkan lagi di tempat yang masih sama.
 
Pernahkah kau merasa seperti itu? Tak bisa menyalahkan siapa-siapa, kecuali hatimu yang tak juga ingin bahagia.
 
Begitulah Anise. Sudah lama ia mendiamkan takdir, memilih memerangkap dirinya dalam cerita yang seharusnya bisa ia ubah.
 
Pernahkah kau merasa seperti itu? Saat cinta menyapa, kau memilih berpaling karena terlalu takut bertemu luka? Mungkin, kisah Anise seperti kisahmu. Diam-diam, doa yang sama masih kau tunggu.
 
 
Tidak ada persahabatan yang sempurna di dunia ini, yang ada hanya orang-orang yang berusaha sebisa mungkin untuk mempertahankannya.
 
**
 
Ini bisa jadi sebuah kisah cinta biasa. Tentang sahabat sejak kecil, yang kemudian jatuh cinta kepada sahabatnya sendiri. Sayangnya, di setiap cinta harus ada yang terluka.
 
Ini barangkali hanya sebuah kisah cinta sederhana. Tentang tiga sahabat yang merasa saling memiliki meskipun diam-diam saling melukai.
 
Ini kisah tentang harapan yang hampir hilang. Sebuah kisah tentang cinta yang nyaris sempurna, kecuali rasa sakit karena persahabatan itu sendiri.
 
 
Rindu bisa saja menjelma masa lalu. Membuatmu menyalahkan doa-doa yang lupa menjelma.Rindu bisa saja menjadi kenangan yang paling tak ingin kau kenang.
 
Ketika itu, kami masih anak-anak. Arlet menyukai kue Prancis dan aku jatuh hati pada masakan Italia.
 
Masa lalu tidak bisa dihapus, sebesar apa pun keinginanku untuk melakukan itu.
Bagi Anise, hujan bagai jendela masa lalu. Mengingatkannya kepada seseorang yang sangat ia rindu. 
Kau melepaskan masa lalu, 
 
Bersama waktu, kau akan butuh waktu. 
Pada saatnya nanti. 
 
Galuh benar. Untuk melepaskan masa lalu, yang harus kulakukan bukan melupakannya, melainkan menerimanya. Dengan menerima, aku punya kesempatan untuk belajar memaafkan diri sendiri. Aku tidak berkata ini mudah. Dan, ini akan butuh waktu. Tetapi, pada saatnya nanti, aku akan terbebas dari semua beban yang menekanku selama ini.
Pada saatnya nanti.
 
Hujan bersama Arlet selalu manis. Itu yang selalu ada di pikiran Anise. Arlet pulalah yang membuat An akrab dengan hujan. Bagi An yang berkarakter lebih berani, lebih ceria, dan terbuka terbuka, hujan bagai jendela masa lalu. Mengingatkannya kepada Arlet yang sangat ia rindu. Arlet yang manis, yang pemalu, yang cantik, yang bersinar dan menyenangkan seperti semua kue buatannya.
 
Kini, An berada di toko kue ini demi impian Arlet, mewujudkan impian saudara kembarnya itu menjadi pembuat kue. An melupakan impiannya sebagai koki masakan italia. Namun, sebenarnya, ia ingin melupakan masa lalu dan menebus rasa bersalahnya kepada Arlet.
 
Ketika ia dan Arlet bekerja di restoran Italia, mereka menyukai laki-laki yang sama: Jinendra. Laki-laki itu ternyata meyukai An meski mereka tahu tentang perasaan Arlet. Mengabaikan perasaan Arlet, An menjalin hubungan dengan laki-laki itu. Suatu malam, Arlet mendapati An dan Jinendra sedang berciuman. An dan Arlet bertengkar di dalam mobil yang dikendarai An, mereka kecelakaan. Arlet meninggal. Sejak itu, An menyimpan rasa bersalah yang dalam. 
 
Ketika mencoba mewujudkan impian Arlet dan mewujudkan impiannya, An bertemu dengan Jun. Lakil-laki itu mampu membawa An keluar dari masa lalunya dan tak lagi berjalan di bayang-bayang Arlet yang telah tiada. An memaafkan dirinya sendiri ketika menyadari bahwa yang selama ini diinginkan saudara kembarnya adalah bersamanya. Selama ini, yang Arlet inginkan hanyalah saudara kembarnya bahagia.
 
Masa lalu akan tetap ada. Kau tak perlu terlalu lama terjebak di dalamnya.
 
Pada kisah ini, kau akan bertemu An. Perempuan dengan tawa renyah itu sudah lama tak bisa keluar dari masa lalu.  Ia menyimpan rindu, yang membuatnya semakin kehilangan tawa setiap waktu. Membuatnya menyalahkan doa-doa yang terbang ke langit. Doa-doa yang lupa kembali kepadanya.
 
An tahu, seharusnya ia tinggalkan kisah sedih itu sejak berhari-hari lalu. Namun, ia masih saja di tempat yang sama. Bersama impian yang ternyata tak mampu ia jalani sendiri, tetapi tak bisa pula ia lepaskan.
 
Pernahkah kau merasa seperti itu? Tak bisa menyalahkan siapa-siapa, kecuali hatimu yang tak lagi bahagia. Pernahkah kau merasa seperti itu? Saat cinta menyapa, kau memilih berpaling karena terlalu takut bertemu luka?
 
Mungkin, kisah An seperti kisahmu. Diam-diam, doa yang sama masih kau tunggu.
 
 
 
 
 
 
 
Pada kisah ini, kau akan bertemu An. Perempuan dengan tawa renyah itu sudah lama tak bisa keluar dari masa lalu.  Ia menyimpan rindu, yang membuatnya semakin kehilangan tawa setiap waktu. Membuatnya menyalahkan doa-doa yang terbang ke langit. Doa-doa yang lupa kembali kepadanya.
 
An tahu, seharusnya ia tinggalkan kisah sedih itu sejak berhari-hari lalu. Namun, ia masih saja di tempat yang sama. Bersama impian yang ternyata tak mampu ia jalani sendiri, tetapi tak bisa pula ia lepaskan.
 
Pernahkah kau merasa seperti itu? Tak bisa menyalahkan siapa-siapa, kecuali hatimu yang tak lagi bahagia. Pernahkah kau merasa seperti itu? Saat cinta menyapa, kau memilih berpaling karena terlalu takut bertemu luka?
 
Mungkin, kisah An seperti kisahmu. Diam-diam, doa yang sama masih kau tunggu.
 
 
 
 
 
 
 
 
• Kau tak perlu melupakan masa lalu. Yang harus kau lakukan adalah menerimanya.
 
aku tidak hanya ingin melepaskan masa lalu. Aku ingin menghapusnya.
 
Masa lalu tak bisa dihapus, sebesar apa pun keinginanmu untuk melakukan itu.
 
 
 
 
 
 
 
                             
                
Takdir serupa layang-layang. Bagaimanapun kau memegang erat buhulnya, kau tak pernah tahu bagaimana angin mengembuskannya.
 
Pernahkah kau merasa seperti itu? Hari yang cerah, tetapi langkahmu berkabut?
Begitulah Anise. Perempuan dengan tawa renyah yang mengingatkanmu akan wangi rempah-rempah itu sudah lama tak bisa beranjak. Setiap ia merasa rindu, rindu selalu memerangkapnya dalam masa lalu. Membuatnya menyalahkan doa-doa  yang terbang ke langit. Doa-doa yang lupa kembali.
 
Anise tahu, seharusnya sudah ia tinggalkan kisah sedih itu berhari-hari lalu. Namun,
ia putar-putar kakinya, lalu dijejakkan lagi di tempat yang masih sama.
 
Pernahkah kau merasa seperti itu? Tak bisa menyalahkan siapa-siapa, kecuali hatimu yang tak juga ingin bahagia.
 
Begitulah Anise. Sudah lama ia mendiamkan takdir, memilih memerangkap dirinya dalam cerita yang seharusnya bisa ia ubah.
 
Pernahkah kau merasa seperti itu? Saat cinta menyapa, kau memilih berpaling karena terlalu takut bertemu luka? Mungkin, kisah Anise seperti kisahmu. Diam-diam, doa yang sama masih kau tunggu.
 
 
Tidak ada persahabatan yang sempurna di dunia ini, yang ada hanya orang-orang yang berusaha sebisa mungkin untuk mempertahankannya.
 
**
 
Ini bisa jadi sebuah kisah cinta biasa. Tentang sahabat sejak kecil, yang kemudian jatuh cinta kepada sahabatnya sendiri. Sayangnya, di setiap cinta harus ada yang terluka.
 
Ini barangkali hanya sebuah kisah cinta sederhana. Tentang tiga sahabat yang merasa saling memiliki meskipun diam-diam saling melukai.
 
Ini kisah tentang harapan yang hampir hilang. Sebuah kisah tentang cinta yang nyaris sempurna, kecuali rasa sakit karena persahabatan itu sendiri.
 
 
Rindu bisa saja menjelma masa lalu. Membuatmu menyalahkan doa-doa yang lupa menjelma.Rindu bisa saja menjadi kenangan yang paling tak ingin kau kenang.
 
Ketika itu, kami masih anak-anak. Arlet menyukai kue Prancis dan aku jatuh hati pada masakan Italia.
 
Masa lalu tidak bisa dihapus, sebesar apa pun keinginanku untuk melakukan itu.
Bagi Anise, hujan bagai jendela masa lalu. Mengingatkannya kepada seseorang yang sangat ia rindu. 
Kau melepaskan masa lalu, 
 
Bersama waktu, kau akan butuh waktu. 
Pada saatnya nanti. 
 
Galuh benar. Untuk melepaskan masa lalu, yang harus kulakukan bukan melupakannya, melainkan menerimanya. Dengan menerima, aku punya kesempatan untuk belajar memaafkan diri sendiri. Aku tidak berkata ini mudah. Dan, ini akan butuh waktu. Tetapi, pada saatnya nanti, aku akan terbebas dari semua beban yang menekanku selama ini.
Pada saatnya nanti.
 
Hujan bersama Arlet selalu manis. Itu yang selalu ada di pikiran Anise. Arlet pulalah yang membuat An akrab dengan hujan. Bagi An yang berkarakter lebih berani, lebih ceria, dan terbuka terbuka, hujan bagai jendela masa lalu. Mengingatkannya kepada Arlet yang sangat ia rindu. Arlet yang manis, yang pemalu, yang cantik, yang bersinar dan menyenangkan seperti semua kue buatannya.
 
Kini, An berada di toko kue ini demi impian Arlet, mewujudkan impian saudara kembarnya itu menjadi pembuat kue. An melupakan impiannya sebagai koki masakan italia. Namun, sebenarnya, ia ingin melupakan masa lalu dan menebus rasa bersalahnya kepada Arlet.
 
Ketika ia dan Arlet bekerja di restoran Italia, mereka menyukai laki-laki yang sama: Jinendra. Laki-laki itu ternyata meyukai An meski mereka tahu tentang perasaan Arlet. Mengabaikan perasaan Arlet, An menjalin hubungan dengan laki-laki itu. Suatu malam, Arlet mendapati An dan Jinendra sedang berciuman. An dan Arlet bertengkar di dalam mobil yang dikendarai An, mereka kecelakaan. Arlet meninggal. Sejak itu, An menyimpan rasa bersalah yang dalam. 
 
Ketika mencoba mewujudkan impian Arlet dan mewujudkan impiannya, An bertemu dengan Jun. Lakil-laki itu mampu membawa An keluar dari masa lalunya dan tak lagi berjalan di bayang-bayang Arlet yang telah tiada. An memaafkan dirinya sendiri ketika menyadari bahwa yang selama ini diinginkan saudara kembarnya adalah bersamanya. Selama ini, yang Arlet inginkan hanyalah saudara kembarnya bahagia.
 
tetap ada. Kau tak perlu terlalu lama terjebak di dalamnya.
 
Pada kisah ini, kau akan bertemu An. Perempuan dengan tawa renyah itu sudah lama tak bisa keluar dari masa lalu.  Ia menyimpan rindu, yang membuatnya semakin kehilangan tawa setiap waktu. Membuatnya menyalahkan doa-doa yang terbang ke langit. Doa-doa yang lupa kembali kepadanya.
 
An tahu, seharusnya ia tinggalkan kisah sedih itu sejak berhari-hari lalu. Namun, ia masih saja di tempat yang sama. Bersama impian yang ternyata tak mampu ia jalani sendiri, tetapi tak bisa pula ia lepaskan.
 
Pernahkah kau merasa seperti itu? Tak bisa menyalahkan siapa-siapa, kecuali hatimu yang tak lagi bahagia. Pernahkah kau merasa seperti itu? Saat cinta menyapa, kau memilih berpaling karena terlalu takut bertemu luka?
 
Mungkin, kisah An seperti kisahmu. Diam-diam, doa yang sama masih kau tunggu.
 
 
 
 
 
 
 
 
• Kau tak perlu melupakan masa lalu. Yang harus kau lakukan adalah menerimanya.
 
aku tidak hanya ingin melepaskan masa lalu. Aku ingin menghapusnya.
 
Masa lalu tak bisa dihapus, sebesar apa pun keinginanmu untuk melakukan itu.
 
 
 
 
 
 
 
                             
                
Takdir serupa layang-layang. Bagaimanapun kau memegang erat buhulnya, kau tak pernah tahu bagaimana angin mengembuskannya.
 
Pernahkah kau merasa seperti itu? Hari yang cerah, tetapi langkahmu berkabut?
Begitulah Anise. Perempuan dengan tawa renyah yang mengingatkanmu akan wangi rempah-rempah itu sudah lama tak bisa beranjak. Setiap ia merasa rindu, rindu selalu memerangkapnya dalam masa lalu. Membuatnya menyalahkan doa-doa  yang terbang ke langit. Doa-doa yang lupa kembali.
 
Anise tahu, seharusnya sudah ia tinggalkan kisah sedih itu berhari-hari lalu. Namun,
ia putar-putar kakinya, lalu dijejakkan lagi di tempat yang masih sama.
 
Pernahkah kau merasa seperti itu? Tak bisa menyalahkan siapa-siapa, kecuali hatimu yang tak juga ingin bahagia.
 
Begitulah Anise. Sudah lama ia mendiamkan takdir, memilih memerangkap dirinya dalam cerita yang seharusnya bisa ia ubah.
 
Pernahkah kau merasa seperti itu? Saat cinta menyapa, kau memilih berpaling karena terlalu takut bertemu luka? Mungkin, kisah Anise seperti kisahmu. Diam-diam, doa yang sama masih kau tunggu.
 
 
Tidak ada persahabatan yang sempurna di dunia ini, yang ada hanya orang-orang yang berusaha sebisa mungkin untuk mempertahankannya.
 
**
 
Ini bisa jadi sebuah kisah cinta biasa. Tentang sahabat sejak kecil, yang kemudian jatuh cinta kepada sahabatnya sendiri. Sayangnya, di setiap cinta harus ada yang terluka.
 
Ini barangkali hanya sebuah kisah cinta sederhana. Tentang tiga sahabat yang merasa saling memiliki meskipun diam-diam saling melukai.
 
Ini kisah tentang harapan yang hampir hilang. Sebuah kisah tentang cinta yang nyaris sempurna, kecuali rasa sakit karena persahabatan itu sendiri.
 
 
Rindu bisa saja menjelma masa lalu. Membuatmu menyalahkan doa-doa yang lupa menjelma.Rindu bisa saja menjadi kenangan yang paling tak ingin kau kenang.
 
Ketika itu, kami masih anak-anak. Arlet menyukai kue Prancis dan aku jatuh hati pada masakan Italia.
 
Masa lalu tidak bisa dihapus, sebesar apa pun keinginanku untuk melakukan itu.
Bagi Anise, hujan bagai jendela masa lalu. Mengingatkannya kepada seseorang yang sangat ia rindu. 
Kau melepaskan masa lalu, 
 
Bersama waktu, kau akan butuh waktu. 
Pada saatnya nanti. 
 
Galuh benar. Untuk melepaskan masa lalu, yang harus kulakukan bukan melupakannya, melainkan menerimanya. Dengan menerima, aku punya kesempatan untuk belajar memaafkan diri sendiri. Aku tidak berkata ini mudah. Dan, ini akan butuh waktu. Tetapi, pada saatnya nanti, aku akan terbebas dari semua beban yang menekanku selama ini.
Pada saatnya nanti.
 
Hujan bersama Arlet selalu manis. Itu yang selalu ada di pikiran Anise. Arlet pulalah yang membuat An akrab dengan hujan. Bagi An yang berkarakter lebih berani, lebih ceria, dan terbuka terbuka, hujan bagai jendela masa lalu. Mengingatkannya kepada Arlet yang sangat ia rindu. Arlet yang manis, yang pemalu, yang cantik, yang bersinar dan menyenangkan seperti semua kue buatannya.
 
Kini, An berada di toko kue ini demi impian Arlet, mewujudkan impian saudara kembarnya itu menjadi pembuat kue. An melupakan impiannya sebagai koki masakan italia. Namun, sebenarnya, ia ingin melupakan masa lalu dan menebus rasa bersalahnya kepada Arlet.
 
Ketika ia dan Arlet bekerja di restoran Italia, mereka menyukai laki-laki yang sama: Jinendra. Laki-laki itu ternyata meyukai An meski mereka tahu tentang perasaan Arlet. Mengabaikan perasaan Arlet, An menjalin hubungan dengan laki-laki itu. Suatu malam, Arlet mendapati An dan Jinendra sedang berciuman. An dan Arlet bertengkar di dalam mobil yang dikendarai An, mereka kecelakaan. Arlet meninggal. Sejak itu, An menyimpan rasa bersalah yang dalam. 
 
Ketika mencoba mewujudkan impian Arlet dan mewujudkan impiannya, An bertemu dengan Jun. Lakil-laki itu mampu membawa An keluar dari masa lalunya dan tak lagi berjalan di bayang-bayang Arlet yang telah tiada. An memaafkan dirinya sendiri ketika menyadari bahwa yang selama ini diinginkan saudara kembarnya adalah bersamanya. Selama ini, yang Arlet inginkan hanyalah saudara kembarnya bahagia.
Silahkan Login untuk memberi rating

Rating:

0/5 dari 0 pembaca

Resensi :

Kategori terkait :

Buku Terkait
Buku ini juga dikoleksi oleh :
Me Before You (Paperback)
Must Have
Oleh : aminah nurul jannah
Jumlah : 8 Buku
Dibuat : 04 February 2016