Mission Ini Possible

Mission Ini Possible

Detail Buku


Oleh
ISBN
9789795641520
Rilis
2012
Halaman
613
Berat
0.5 kg
Penerbit
PT. Jepe Press Media Utama
Bahasa
Indonesia
Buku tidak tersedia

Semua orang pasti mempunyai visi-misi, terlepas apakah mereka mampu merumuskan dan memaparkan dengan deskriptif visi-misinya itu. Demikian penting visi-misi itu, karena visi adalah arah keseluruhan tempat hidup kita bergerak. Visi adalah tempat memaknai hidup dan menampilkan kebaikan (manfaat) sepenuhnya bagi umat manusia, dengan menjadi “siapa kita seharusnya”.

 

Visi bukanlah tujuan, walaupun tujuan (misi) memainkan sebuah peran dalam visi setiap orang. Visi terus berlanjut sepanjang hidup anak manusia, karena tidak ada titik akhir bagi perjalanan mencapai visi ini, kecuali kematian. Hidup visioner itu begitu penting, sama pentingnya dengan mempunyai misi (tujuan hidup) yang mengisi tapak-tapak kehidupan mencapai visi. Rangkaian visi misi itu belakangan lebih populer dengan istilah cita-cita hidup, yang pasti dimiliki oleh setiap orang. Banyak ragam cita-cita hidup manusia sebanyak jumlah manusia. Tidak begitu penting seberapa dan seperti apa cita-cita seseorang, tapi yang lebih penting lagi adalah bagaimana cara sukses mencapai cita-cita itu.

 

***

 

'Saat itu saya minta dia memilih : Saya tentu tidak melarangnya berdakwah, tapi juga tidak mau kalau dia tidak fokus mengurus perusahaan. Kami diskusikan banyak aspek keagamaan dalam masalah ini, agar kata-kata saya tidak diterima sebagai SARA'. -Dahlan Iskan; Chairman Jawa Pos

 

 

Sampai sekarang saya tidak dapat membedakan, apakah seorang Huda adalah seorang 'Business' man atau seorang 'Holy' man? Yang saya tahu dia berhasil berdakwah di depan 518 Direktur dan 4073 Manajer dalam ANEC 2008 (Annual National Empowermant Conggress), dia berbicara bukan dengan retorika tetapi dengan pengalaman. Tidak mengherankan, kalau buku ini dapat mencapai titik best seller bahkan sebelum dicetak! -Johan Yan;Founder IQ The best Corporate Motivator


 

Misbahul Huda adalah pekerja keras. Seperti gurunya, Dahlan Iskan. Saya tahu persis, karena saya pun pernah bekerja di grup Jawa Pos selama 14 tahun bersama Pak Dahlan, juga bersama Misbahul Huda. Cuma beda tempat saja. Saya di redaksi, dia di percetakan. Bahkan saya bersama mas Huda lebih lama lagi, karena kami sama-sama aktivis di UGM Yogyakarta. Maka ketika dia minta saya menulis komentar ini saya langsung mengiyakan karena saya tahu persis tentang dia, termasuk etos kerjanya. Dia punya pengalaman yang sangat banyak dan sangat berharga untuk ditularkan kepada orang lain. Termasuk berbagai pengalaman yang dituangkan dalam buku ini.

-Agus Mustofa; Penulis buku Best Seller Serial Tasawuf Modern.

Silahkan Login untuk memberi rating

Rating:

0/5 dari 0 pembaca

Resensi :

Buku Terkait