Senjaka Metafisika Barat

Senjaka Metafisika Barat

Detail Buku


Oleh
ISBN
9789791442596
Rilis
2015
Halaman
140
Berat
0.5 kg
Penerbit
koekoesan
Bahasa
Indonesia
Buku tidak tersedia

Metafisika sebagai disiplin filsafat yang berupaya mencari hakikat dibalik penampakan telah banyak mendapatkan tantangan dari sejumlah filsuf, mulai dari Aristoteles, David Hume, Immanuel Kant, hingga Martin Heidegger. Aristoteles menolak distingsi realitas menjadi dunia ide dan dunia indera oleh Plato (429-347 SM) dengan mengakui dunia indera sebagai salah-satunya dunia dan satu-satunya sumber pengetahuan. Penolakan Aristoteles terhadap metafisika platonian membuat ia mengembangkan disiplin filsafat yang berkonsentrasi pada "yang ada sebagai yang ada" (being qua being), yang kemudian dikenal sebagai "ontologi". Buku ini menelusuri jejak anti metafisika dalam sejarah filsafat Barat, sejak dari pemikiran Aristoteles, Hume, Kant, hingga Heidegger. Menunjukkan bagaimana Heidegger mengatasi tradisi metafisika Barat yang masih mewarnai pemikiran Aristoteles dan Kant, dan bagaimana ia memodifikasi tradisi filsafat manusia sebagai titik tolak kritiknya pada metafisika.

Silahkan Login untuk memberi rating

Rating:

0/5 dari 0 pembaca

Resensi :

Kategori terkait :

Buku Terkait