Mau Jadi Apa? - (jacket Cover Film)

Mau Jadi Apa? - (jacket Cover Film)

Detail Buku


Oleh
ISBN
9786024260774
Rilis
2017
Halaman
324
Berat
0.2 kg
Penerbit
Bentang Pustaka
Bahasa
Indonesia
Rp. 79.000
Rp. 67.150
SINOPSIS   “‘Kak, Kakak nulis surat, ya, buat Ros?’ Jeng jeng. Bahkan, saya saja merasa dia tak tahu kalau saya suka Ros, eh tahu-tahu, dia bilang soal surat cinta buat Ros. Saya dalam hati, sih, merasa malu bukan main. Tapi, kejadian memalukan ini memberikan informasi yang cukup berharga. Menyakitkan, tapi setidaknya hilang rasa penasaran. ‘Dia bilang, udah nganggep Soleh kayak kakak sendiri.’ Padahal, saya sudah punya dua adik di rumah. Dari Bab “Cinta Monyet”  “Tapi,  kalaupun ternyata saya jago bicara di depan umum, setelah lulus mau jadi apa? Jadi komentator bola? Tak mengerti bola. Jadi ustaz? Ilmu agama saya tak punya. Jadi juru kampanye? Saya tak suka politik. Jadi tukang obat di pinggir jalan? Duitnya sedikit. Jenjang karier pun tak jelas. Jadi pelawak? Ah, saya tak terbayang jadi pelawak dalam grup dan harus bergantian ngelawak. Lagian, pasti susah sekali ya, melawak.” Dari Bab “1988”  “Setelah mengenali mereka, kami sadar penampilan bukan segalanya. Lagi pula, kalau mau menilai dari penampilan, saya seharusnya yang dinilai paling berantakan. Rambut gondrong tak terurus, jaket himpunan yang makin lusuh, dan celana yang itu-itu saja. Padahal, harusnya saya mewakili kampus yang stereotipnya berisi mahasiswa modis. Kalau melihat foto semasa KKN, saya terlihat seperti mamang-mamang memakai jaket himpunan.” Dari Bab “2000”   Sebelum menjadi jurnalis, sebelum menjadi stand-up comedian, Soleh adalah seorang Macan Kampus. Julukan itu didapatnya karena terlalu sering aktif di kegiatan kampus. Pagi, siang, malam, selalu beredar dan menghias kehidupan kampus dengan kekonyolannya. Dan, seperti kebanyakan manusia lainnya di dunia ini, Soleh juga pernah ada pada fase bingung MAU JADI APA nanti. - “Muka Soleh ternyata tak berubah sejak Ospek 1997. Ketika orang ingin awet muda, dia memilih awet tua. Semoga karya karya Soleh akan abadi seperti mukanya.” —Ronal Surapradja, artis serbabisa dengan harga bersaing   TENTANG PENULIS Begitu lulus dari Jurnalistik Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Bandung pada Agustus 2004, Soleh Solihun langsung bekerja sebagai reporter di Trax Magazine. Setelah lebih dari satu tahun di sana, kelahiran Bandung 2 Juni 1979 itu, bersama beberapa orang kawan diajak bergabung dengan majalah Playboy Indonesia, dan menjadi Feature Editor dari 2006 hingga bubar di 2008. Ketika masih bekerja di Playboy, salah satu tulisan Soleh mendapat Anugerah Adiwarta Sampoerna–salah satu penghargaan untuk jurnalis–untuk kategori feature Seni dan Budaya. Tak lama setelah Playboy Indonesia bubar, Soleh menjadi Editor di majalah Rolling Stone Indonesia.   Ketika Rolling Stone Indonesia menggelar release party–event bulanan memperingati terbitnya edisi terbaru–Soleh dipercaya menjadi MC. Di setiap event, ada empat band tampil, dan Soleh mengisi perpindahan antar band dengan celoteh-celotehnya yang ternyata membuat para penonton terbahak. Release party lah yang membuat nama Soleh Solihun mulai dikenal sebagai MC yang kocak. Satu malam, Cholil Mahmud, vokalis Efek Rumah Kaca yang sering datang ke release party, mengomentari penampilan Soleh: “Yang Lo lakukan itu, udah kayak stand up comedy, Leh.” Cholil lah yang pertama kali membuat Soleh sadar, bahwa dirinya punya potensi sebagai stand up comedian. Dan pada Agustus 2010, sebuah radio anak muda meminta Soleh tampil di event off air mereka, untuk stand up. Tertarik dengan tantangan dan uang tambahannya, Soleh menyanggupi permintaan itu. Stand up pertama Soleh, diunggah ke Youtube oleh seorang kawan yang kebetulan membawa kamera di sana [niat Soleh awalnya cuma ingin ada nama dia di Youtube]. Ada tiga seri video berjudul: Soleh Solihun on Standing. Video itu lah yang membuat Soleh Solihun diajak tampil di event komunitas Stand Up Comedy Indonesia yang lahir pada Juli 2011, lalu program Stand Up Comedy Show di Metro TV. Soleh adalah comic pertama yang tampil di edisi perdana program Stand Up Comedy Show Metro TV di medio September 2011. Program itu kemudian membuat publik mengenal Soleh Solihun sebagai comic atau stand up comedian. Setelah hengkang dari Rolling Stone Indonesia pada 2012, Soleh siaran di program Indika Sore setiap Senin – Jumat, pk 16 – 20 di 91,6 Indika FM Sounds of Jakarta hingga Desember 2014. Selain telah tampil di beberapa judul film [terima kasih pada sutradara Fajar Nugros yang pertama kali mengajaknya main film], Soleh juga telah menulis dua buku berjudul “Celoteh Soleh” dan “Kastana Taklukkan Jakarta.   KEUNGGULAN ·         Akan tayang di layar bioskop segera di akhir tahun 2017 ·         Memoar masa muda komika Soleh Solihun berlatar kisah-kisah seru yang dialaminya sebagai mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi di sebuah Universitas Negeri ternama di Bandung, semuanya di akhir tahun 1990an-2000an ·         Merupakan serial wattpad dengan lebih 30 episode Penulis dengan akun media sosial @solehsolihun, merupakan seorang entertainer, komedian, aktor, dan mantan wartawan musik. Ceplosannya apa adanya, namun selalu terasa cerdas berbobot, meski tidak selalu jelas faedahnya bagi masyarakat.  
Silahkan Login untuk memberi rating

Rating:

0/5 dari 0 pembaca

Resensi :

Kategori terkait :