Nurdin Abdullah

Nurdin Abdullah

Detail Buku


Oleh
ISBN
9786023853625
Rilis
2017
Halaman
372
Berat
0.4 kg
Penerbit
Mizan
Bahasa
Indonesia
Rp. 75.000
Rp. 63.750
Tak pernah sebelumnya tebersit dalam benaknya untuk terjun ke dunia politik, apalagi bermimpi menjadi bupati. Hidupnya telah mapan dan menduduki posisi empuk sebagai Presiden Direktur di beberapa perusahaan PMA asal Jepang. Apalagi yang dia cari? Namun, hatinya pun luluh setelah ribuan orang datang ke kantornya memintanya menjadi orang nomor satu di Bantaeng, Sulawesi Selatan. Meski sempat ditentang keluarga, satu-satunya Bupati di Indonesia yang bergelar profesor ini akhirnya mewakafkan diri dengan jiwa, raga, dan harta demi kesejahteraan rakyat.   Dengan berbagai inovasi, Nurdin Abdullah berhasil melepaskan masyarakat Bantaeng dari keterpurukan dan ketertinggalan. Bantaeng yang dulu dikenal sebagai salah satu daerah tertinggal kini menjadi kota yang dilirik para investor dan menjadi rujukan nasional. Lebih dari 80 penghargaan nasional didapatkannya dalam dua periode kepemimpinannya.   TENTANG PENULIS:   Fahruddin, Lahir di Soppeng, 15 September 1965. Memperoleh Gelar Sarjana Biologi di Program Studi Biologi, Universitas Hasanuddin (1991), gelar Master bidang Bioteknologi di Universitas Gadjah Mada (2000), dan gelar Doktor pada bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan di Institut Pertanian Bogor (2006). Bekerja sebagai dosen, sejak tahun 1991–sekarang; pernah menjadi dosen lepas di Program Studi Bioteknologi Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Jakarta tahun 2004—2006 dan mengajar di Surya Institute, Tangerang tahun 2004—2005.Kemudian, bergabung dengan Chairul Tanjung Foundation di Medan tahun 2010—2012.    Aktif mengikuti seminar nasional dan internasional sebagai pemakalah. Menggeluti dunia tulis-menulis sejak duduk di bangku SMA. Sewaktu kuliah,dipercayakan memimpin buletin mahasiswa. Aktif menulis artikel dan opini di majalah dan di koran lokal: Pedoman Rakyat, Harian Fajar, Tribun Timur (Makassar), Waspada (Medan). Pernah juga menulis di koran nasional, Kompas. Sebagai seorang dosen, telah menerbitkan buku bahan ajar untuk Perguruan TinggiBioteknologi Lingkungan (Penerbit Alfabeta); pernah mendapatkan penghargaan dari Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian - Jakarta dalam penulisan Buku Pengayaan.   Pada tahun 2013, telah menulis buku biografi berjudul Berbisnis dengan Allah Lewat Supermarket Syariah (Penerbit: Mutiara Media), Became an Excellent Principal (Penerbit Elexmedia Komputindo), dan, terakhir di 2015 Fendi Leong: Sang Pengusaha Mencari Tuhan (Pustaka Ilmu).   KEUNGGULAN:   - Nurdin Abdullah adalah Bupati Bantaeng yang sedang naik daun. Jadi media darling dan isu nasional. - Penulis adalah orang dekat Nurdin Abdullah dan sudah berpengalaman menulis buku Biografi.   “Pak Nurdin adalah sosok pemimpin yang tergolong cukup langka di Indonesia. Dikala media sering memberitakan hal-hal negatif—seperti pejabat negara yang tertangkap KPK, lalu masuk ke penjara—sosok Pak Nurdin hadir menjadi panutan seluruh anak-anak muda Indonesia. Buku ini sangat pantas untuk dijadikan inspirasi bagi kaum muda dalam menggapai cita-citanya. “Pemikiran dan langkah konkret yang telah dilakukan oleh Pak Nurdin untuk Bantaeng adalah contoh positif dan nyata yang dapat kita jadikan inspirasi di dalam mengembangkan diri dan memimpin di mana pun kita berada saat ini. Terima kasih, Pak, sudah menginspirasi saya dan seluruh rakyat Indonesia lewat kepemimpinan Bapak selama ini. Selamat terus berjuang dan berkarya bagi Indonesia tercinta.” —Billy Boen, Entrepreneur, Investor, & FounderYoung On Top    “Nurdin Abdullah membangun dengan ikut menyelam ke dalam suasana kebatinan warganya. Inovasi dan kreasinya menjadi lompatan daerah.” —H. Ganjar Pranowo, S.H., M.IP, Gubernur Jawa Tengah 2013—2018   “Inovasi tiada henti telah terbukti membawa keberhasilan bagi Nurdin Abdullah dalam memajukan Bantaeng. Diawali dengan membangun SDM yang dibarengi dengan gencarnya pembangunan infrastruktur, daerah berjuluk Butta Toa ini kini menjadi The New Bantaeng. “Di tengah keterbatasan APBD, perbaikan infrastruktur ibaratnya memberikan kail, yang mendorong pertumbuhan di segalasektor, termasuk menjadikan masyarakat sejahtera. Memang, membuat perubahan itu tidaklah mudah, tetapi dengan kerja keras, kerja cerdas, serta tumbuh bersama dalam kebersamaan, impian akan menjadi kenyataan. Nurdin Abdullah sudah terbukti berhasil. Jangan pernah berhenti mengabdi untuk rakyat.” —H.M. Alwi Hamu, CEO Fajar Group, Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Umum   “Nurdin Abdullah adalah sosok pemimpin yang mampu menyatukan antara kepiawaian di bidang manajemen, kompetensi ilmu pengetahuan, dan pengalaman, sehingga melahirkan pencapaian pemerintahan yang mengesankan. Kultur pengetahuan dan pola manajemen modern yang mewarnai pikirannya, tidak membuatnya lupa akan daerahnya. Hal tersebut justru menjadikannya sebagai modal untuk membangun Kabupaten Bantaeng menjadi lebih maju melalui berbagai kebijakan yang inovatif. “Kisah hidupnya yang dituangkan dalam buku ini akan menjadi guru teladan bagi siapa saja yang mempunyai tekad untuk melakukan perubahan, khususnya meningkatkan taraf hidup masyarakat yang memiliki daya saing. Keberhasilannya memimpin Bantaeng tidak perlu ia ceritakan kepada publik karena seluruh rakyatnya akan menjadi juru bicara mengenai keberhasilan pemerintahannya. Rakyat Bantaeng yang telah sejahtera akan menjadi saksi bagi sebuah terobosan jitu yang dilaksanakan Nurdin Abdullah selama memimpin daerahnya. Wajarlah, bila satu-satunya Bupati yang profesor itu, mengatakan bahwa ia tak perlu memasang baliho dipinggir jalan, melainkan memasangnya di setiap hati rakyatnya.” —Mayjen TNI Agus Surya Bakti, Pangdam VII Wirabuana   “Kesuksesan yang diraih Nurdin Abdullah sebagai pengusaha hingga merambah kepemerintahan, tidak lepas dari kemampuan akademik yang dimiliki seorang Bupati yang menyandang gelar profesor. Kemampuannya ‘menyulap’ Kabupaten Bantaeng menjadi mentereng, membuatnya diganjar segudang penghargaan. Kini, nama Nurdin Abdullah pun menjadi soroton dan dikenal luas secara Nasional.” —Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, M.A., Rektor Universitas Hasanuddin 2014 –sekarang   “Bagi saya, Nurdin Abdullah bukan hanya guru besar, tetapi nama besar yang membangun daerah. Mungkin, dia kalah dalam hal terus-menerus diangkat oleh media nasional. Lihat saja, perbandingan dengan beberapa tokoh lainnya. Mungkin juga, dia tidak menggembirakan banyak pihak dengan ‘CSR-CSR-an’ (yang sebetulnya adalah ‘denda’) dari para pengembang. “Namun, dalam hal memahami orang miskin dan upaya membuat mereka berdaya, Nurdin Abdullah berdiri di depan! Nurdin Abdullah membuktikan bahwa membangun daerah, bukan berarti lebih banyak membangun fisik daerah. Lihatlah perjalanannya dalam menjawab amanah, serta mencoba menggunakan ‘kuasa’ dengan cara yang berbeda dibandingkan tokoh-tokoh lain dari daerah yang juga terkenal di tingkat nasional.” —Effendi Gazali, Ph.D., MPS ID, Peneliti Komunikasi Politik, Alumnus Cornell University, New York, USA & Radboud University, Nijmegen, the Netherlands   “Pak Nurdin adalah seorang Bupati yang sangat langka, bukan saja karena beliau seorang Guru Besar yang menjadi Bupati, tetapi kiprah dan prestasinya  sangat luar biasa. Seorang akademisi, bahkan dengan pangkat tertinggi sekalipun, belum tentu bisa menjadi pemimpin politik yang mumpuni. Akan tetapi, hal itu dimiliki oleh Prof. Dr. Ir. H.M. Nurdin Abdullah, M.Agr. “Kreativitas yang sangat tinggi dengan latar belakang sebagai pengusaha yang sukses, dukungan keluarga, karakter yang kuat, semangat, serta integritas yang terjamin terhimpun dalam diri Pak Nurdin yang membuatnya sangat sukses sebagai seorang kepala pemerintahan.” —Dr. Hamdan Zoelva, S.H., M.H., Presiden Syarikat Islam, Dosen, Ketua Mahkamah Konstitusi RI 2013—2015, Advokat    “Jaraknya ribuan kilometer dari Ibu Kota Jakarta, nama Kabupaten Bantaeng mungkin masih asing. Namun, di daerah ini, justru ada potret perubahan daerah yang layak menjadi contoh bagi daerah lain. “Bupati Nurdin Abdullah, seorang Profesor muda bidang agrikultur, mampu menjadi dirigen perubahan di bidang ekonomi dan kesehatan di Kabupaten Bantaeng. Semuanya berawal dari keputusannya untuk memilih menjadi seorang Kepala Daerah yang pandai memotivasi, ketimbang hanya memberi perintah karena keuntungan birokrasi. Semoga tetap amanah.”  —Prabu Revolusi, TV Journalist, News Anchor at CNN Indonesia, Owner Steakology, Writer #SecangkirKopiInspirasi   “Kompetensi dan pengalaman Nurdin Abdullah melakukan berbagai inovasi dalam membangun daerah tidak diragukan lagi. Latar belakang sebagai seorang akademisi bergelar Profesor dan sebagai seorang pengusaha sukses merupakan modal besar dalam memajukan Kabupaten Bantaeng, yang sebelumnya dikenal sebagai kabupaten paling tertinggal dibandingkan kabupaten lainnya di Indonesia.   “Demikian pula, integritas dan keberanian yang dimilikinya telah teruji. Baginya, berbuat lebih penting daripada berucap sehingga membuatnya semakin dicintai dan mendapat kepercayaan besar dari rakyatnya untuk melanjutkan kepemimpinannya pada periode kedua sebagai Bupati. Kelebihan lain yang dimiliki seorang Nurdin Abdullah adalah memiliki jaringan  yang kuat, bukan hanya secara nasional, tetapi juga di luar negeri. Hal tersebut membuatnya lebih mudah dalam mendatangkan pengusaha dari luar negeri untuk menanamkan investasinya di Bantaeng.” —Dr. Ir. H. Muhammad Said Didu, Staf Khusus Menteri ESDM 2014—2016, Perekayasa di BPPT, Sekretariat Kementerian BUMN 2005—2010, Ketua Umum PII 2009—2012, Ketua Umum Alumni IPB 2008—2013, Ketua ICMI 2003—2005, MPR 1997—1999    “Kemajuan zaman mendorong putra terbaik daerah untuk bekerja di kota maju dengan harapan jaminan masa depan. Hal ini tidak berlaku untuk Prof. Nurdin Abdullah yang bekerja tulus ikhlas untuk daerahnya, Bantaeng. Ilmu pengetahuan yang diperolehnya dan pengalaman dunia yang dimilikinya diimplementasikan untuk kemajuan Kabupaten Bantaeng. “Berjajar penghargaan diperolehnya. Sebut saja, komitmen dan keseriusannya untuk berinovasi dalam lalu-lintas. Maka, tepatlah jika Prof. Nurdin disebut sebagai putra terbaik Sulawesi, khususnya Sulawesi Selatan, dengan aksi nyatanya, yang ‘Jangan Cuma Ingin’. Let's Act!” —Jandi Mukianto, S.H., M.H., Lawyer (WIEM Law Firm); Presiden Junior Chamber International (JCI) Indonesia      
Silahkan Login untuk memberi rating

Rating:

0/5 dari 0 pembaca

Resensi :

Kategori terkait :