SEMESTA PUN BERTHAWAF

SEMESTA PUN BERTHAWAF

Detail Buku


Oleh
ISBN
9786024410513
Rilis
2018
Halaman
172
Berat
0.3 kg
Penerbit
Mizan
Bahasa
Indonesia
Rp. 99.000
Rp. 84.150
Apakah sains bertolak belakang dengan agama? Apakah Ashabul Kahfi dalam Al-Quran sekadar kisah semata? Apakah “tujuh lapis langit” itu? Bagaimana dengan piramida di Mesir, “black hole”, pelangi, atau gerhana? Bumi itu bulat atau datar? Dengan gaya menarik dan menyenangkan, berdasarkan pengalaman dan penelitan puluhan tahun di dunia astronomi, Prof. Thomas Djamaluddin mengajak kita membaca isyarat-isyarat alam untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Menjadi “ulul albab”, orang yang senantiasa menggunakan akal, cendekiawan yang senantiasa membaca alam. Melalui ilustrasi dan foto-foto, anggota Tim Hisab Rukyat dan Tim Tafsir Ilmi, Kementerian Agama RI, ini menyingkapkan makna-makna di balik penciptaan alam semesta: Langit adalah tanda-tanda bagi orang yang berpikir Matahari dan pola pikir nisbi manusia. Bintang kejora sebagai kemegahan dan keunggulan relatif. Lubang hitam yang teraniaya. Pengamatan jangka panjang akan bintang dan benda langit menghantarkan manusia pada pemahaman alam semesta yang teratur. Keteraturan alam semesta mer upakan salah satu pintu untuk mengenal Sang Maha Pencipta. Melalui buku ini, T. Djamaluddin menyajikan keilmuan astronomi yang rumit menjadi mudah dipahami masyarakat umum melalui pendekatan sains dan agama. —Hendro Setyanto, Founder Imah Noong, Backyard Observatory & Planetarium—Lembang Sebagai pegiat ilmu falak, saya merasa sangat senang dan apresiasi dengan hadirnya buku baru Prof. T. Djamaluddin ini yang penuh makna dan hikmah. Kehadiran buku ini juga sangat berharga dalam rangka merimbakan belantara hutan ilmu falak di bumi Nusantara ini. —Dr. H. Ahmad Izzuddin, M.Ag., Ketua Umum Asosiasi Dosen Falak Indonesia, Ketua Umum Asosiasi Pesantren Falak Indonesia, dan Ketua Prodi S2 Ilmu Falak UIN Walisongo Semarang
Silahkan Login untuk memberi rating

Rating:

0/5 dari 0 pembaca

Resensi :

Kategori terkait :