BEREBUT WACANA

BEREBUT WACANA

Detail Buku


Oleh
ISBN
9786024410605
Rilis
2018
Halaman
392
Berat
0.3 kg
Penerbit
Mizan
Bahasa
Indonesia
Rp. 99.000

Islam Indonesia kerap dilukiskan dalam relasi dan kontestasi antara Islam tradisionalis dan modernis. Reformasi 98 membuka horizon pemahaman baru. Inilah struktur peluang politik baru yang memberi panggung bagi umat Islam untuk memainkan peran sosial-politik yang makin besar di ruang publik Indonesia. Dalam memainkan peran baru ini, umat Islam ternyata bukanlah kubu yang seragam, melainkan beragam, di mana kelompok-kelompok intra-Islam mengajukan agenda dan wacananya sendiri-sendiri. Kontestasi wacana ini bukan hanya menyangkut peran sosial-politik Islam di ruang publik, tetapi lebih jauh lagi menyangkut hakikat Islam itu sendiri sebagai agama. Spektrum kontestasinya juga amat luas, merentang dari sekadar persoalan perbedaan fikih hingga perbedaan akidah, yang bahkan berujung pada kekerasan fisik. Analisis lama Islam modernis vs tradisional yang biasanya diwakili oleh Muhammadiyah dan NU menjadi terlalu simplistis, bahkan misleading. Peran dan pemikiran tokoh-tokoh tua yang karismatis tidak lagi menjadi ide mainstream ketika kaum intelektual Islam muda mengkritisi mereka dan menggeluti ide-ide Islam secara baru yang bersifat lintas-batas, lintas-mazhab, lintas-disiplin. Jejaring internasional membuat pertarungan wacana Islam di Indonesia mesti dibaca juga dalam konteks global. Tentang Carool Kersten Carool Kersten adalah Associate Professor di bidang Studi Islam dan Dunia Muslim di King's College, London, dan Research Associate di Centre of Southeast Asian Studies, pada School of Oriental and African Studies (SOAS), University of London. Mendapat gelar M.A. di bidang Bahasa dan Budaya Arab dan gelar Ph.D. di bidang Studi Agama. Beberapa buku karangannya, antara lain: Islam in Indonesia: The Contest for Society, Ideas and Values (2014), The Caliphate and Islamic Statehood: Formation, Fragmentation and Modern Interpretations (2015), dan A History of Islam in Indonesia: Unity in Diversity (2017). Keunggulan Buku Dari buku ini kita dapat belajar tentang pemetaan pemikiran keislaman yang mendukung keragaman dan kemajuan dan para reaksioner yang menanggapinya, tetapi juga kita tahu pemikiran mereka satu demi satu, dan bagaimana juga semua itu dikritisi dari argumen demi argumen, ide demi ide, untuk melihat pemikiran-pemikiran mereka terutama pada akhir era Oder Baru hingga Reformasi. Buku ini pantas dijadikan rujukan sekaligus untuk dikembangkan lebih lanjut, apa dan bagaimana perdebatan pemikiran Islam Indonesia berkembang dan berbentur satu sama lain. --Al Makin, Ph.D., Dosen UIN Sunan Kalijaga dan Penulis buku Nabi-Nabi Nusantara Buku Carol Kersten ini berhasil menjelaskan dengan jernih dinamika mutakhir sejarah intelektual pembaruan Islam Indonesia pasca-Orde Baru dengan melihat wacana sekularisme, pluralisme, dan liberalisme serta wacana-wacana derivatifnya. Kersten berhasil pula melihat kesinambungan dan kenirsinambungannya dalam sejarah pemikiran Islam Indonesia dan antarbangsa dengan melacak akar dan inspirasinya pada pemikiran klasik, modern, dan kontemporer Islam. Siapa pun yang mengkaji atau ingin mengetahui perkembangan intelektual Islam Indonesia kontemporer harus membaca buku ini. --Moch Nur Ichwan, Ph.D., Koordinator Program Doktor Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Ide-ide sangat berpengaruh di dunia politik Muslim kontemporer. Kekayaan dan arti-pentingnya di Indonesia--salah satu negara yang paling memberi harapan dalam transisi politik di dunia Muslim kontemporer--menarik untuk ditelaah. Terbit pada momen yang tepat dan ditulis dengan sangat baik, buku Carool Kersten membentangkan sejarah intelektual menyangkut ide-ide dan perdebatan-perdebatan di antara para pemikir Muslim pada masa transisi demokrasi yang belum tuntas di Indonesia. Tinjauannya tentang perdebatan seputar isu-isu sekularisme, pluralisme, liberalisme, dan hukum Islam di Indonesia sungguh sulit ditandingi, dan menunjukkan pemahaman-mendalam tentang relevansi ide-ide ini dalam konteks reformasi politik dan etis di dunia. Buku luar biasa ini mesti dibaca oleh siapa pun yang hendak mengkaji kontestasi wacana di ranah politik Muslim modern di Indonesia khususnya dan dunia Muslim umumnya. --Prof. Robert W. Hefner, Penulis Civil Islam: Muslims and Democratization in Indonesia Buku Carool Kersten ini melengkapi karya-karya ilmuwan dan peneliti asing yang mencoba membaca dan memetakan Islam di Indonesia secara umum. Di antara karya yang cukup berpengaruh itu adalah Civil Islam: Muslims and Democratization in Indonesia (Robert Hefner), Contemporary Developments in Indonesian Islam: Explaining the ''Conservative Turn'' (Martin van Bruinessen, ed.), Islam and Democracy in Indonesia: Tolerance without Liberalism (Jeremy Menchik). Berbeda dari ketiga karya tersebut, Kersten tidak menjadikan tokoh-tokoh besar, seperti Cak Nur dan Gus Dur, sebagai fokus kajiannya. Ia juga menghindari keterjebakan untuk melihat organisasi mainstream seperti NU dan Muhammadiyah. Ia memilih untuk melihat dan menganalisis gagasan dan perkembangan intelektualisme, terutama dari sejumlah ilmuwan muda di Indonesia. Menurutnya, mereka inilah yang justru ''bergelut dengan analisis yang lebih mendalam dan terperinci''. Inilah salah satu kekuatan buku ini yang tidak didapatkan di buku-buku lain yang sejenis. Sebagai seorang ilmuwan, Kersten memang banyak menggeluti tentang traveling theory. Ia, misalnya, melihat bagaimana beberapa pemikir dan filosof besar seperti Muhammad 'Abid al-Jabiri, Muhammad Arkoun, Hassan Hanafi, Nasr Hamid Abu Zaid, Giorgio Agamben, dan Slavoj Zizek berpengaruh dan hidup dalam pemikiran beberapa akademisi-cum-aktivis yang ada di Indonesia. Bagaimana ide, nilai, dan gagasan yang diusung oleh para pemikir tersebut bergulat di kalangan pemikir Islam Indonesia. Ini adalah suatu kajian dan pendekatan yang jarang dilakukan oleh ilmuwan asing lain. Inilah yang membuat buku ini unik dan sekaligus pelik. Dengan membaca karya Kersten yang tertuang dalam buku ini, dan juga dalam buku-bukunya yang lain, kita akan menemukan nuansa intelektualisme yang berbeda dari yang biasa disajikan oleh ilmuwan lain. Karena itu, buku ini dan juga karya Kersten yang lain sangat penting untuk dibaca oleh akademisi di Indonesia dan kemudian disandingkan dengan karya-karya sarjana lain. Dengan cara inilah, kita bisa melihat Islam Indonesia secara lebih komprehensif. --Ahmad Najib Burhani, Ph.D., Peneliti Senior di LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) Pembentangan sejarah intelektual Islam kontemporer di buku ini menawarkan analisis yang kompleks tentang formasi kesadaran keislaman di Indonesia. Pendekatannya menghindari dikotomi stereotipikal tradisional/modern atau konservatif/liberal yang bukan hanya mewarnai kajian tentang Islam di Indonesia, tetapi juga diskusi tentang Islam Indonesia secara lebih luas. Karya ini tak ternilai penting kontribusinya. Kritik Kersten terhadap isme-isme (sekularisme, pluralisme, dan liberalisme) memberi pemahaman secara lebih akurat dan subtil tentang isu-isu yang diperdebatan antara kaum intelektual reaksioner dan progresif. Hal ini membuka kemungkinan-kemungkin baru bagi riset-riset lanjutan di masa mendatang.

Silahkan Login untuk memberi rating

Rating:

0/5 dari 0 pembaca

Resensi :

Buku Terkait