BOROBUDUR & PENINGGALAN NABI SULAIMAN

BOROBUDUR & PENINGGALAN NABI SULAIMAN

Detail Buku


Oleh
ISBN
9786020900162
Rilis
2012
Halaman
418
Berat
0.5 kg
Penerbit
Phoenix Publishing
Bahasa
Indonesia
Rp. 220.000

Masa lalu memang penuh misteri. Banyak orang meyakini bahwa Candi Borobudur sebagai pening-
galan Dinasti Syailendra pada abad 8 Masehi. Namun tidak demikian menurut penelitian panjang yang dilakukan oleh seorang matematikawan seperti KH. Fahmi Basya. Beliau meyakini bahwa Borobudur sangat terkait erat dengan sejarah Nabi Sulaiman as. Candi itu menyimpan banyak misteri sebagai sebuah peninggalan Ratu Saba’ (Ratu Boko') sebagaimana yang tersirat dalam Al Qur`an.

Buku ini bukan karya sehari dua hari disusun. Tulisan ini sudah ditulis dengan sangat serius selama puluhan tahun; sejak tahun 1979 hingga 2012.

Dalam buku ini penulis menjelaskan dengan sangat rinci dan ilmiah bukti-bukti bahwa Borobudur adalah peninggalan Ratu Saba’. Ada 40 bukti eksak yang dijelaskan.

Salah satu yang paling kuat dan tak terbantahkan adalah ditemukannya surat dari Nabi Sulaiman bertuliskan “Bismilllahirrahmanirrahim” di atas sebuah plat emas di dalam kolam pemandian Ratu Saba’ di daerah Sleman, Jawa Tengah.

 

Tentang Penulis:

KH. Fahmi Basya Hamdi, dilahirkan di Padang tanggal 3 Februari 1952. Anak perwira TNI Angkatan Darat berbintang dua itu (Hamdi Bakri) adalah putra Tanah Martapura (Kalampayan) Pendidikan di Matematika di Universitas Indonesia. Penelaahan yang serius dan panjang terhadap ayat-ayat Alquran dan As Sunnah memberikan inspirasi bagi lahirnya makalah-makalah ilmiah yang telah disampaikan diberbagai forum seminar, Mubaligh, Penulis buku: One Million Phenomena, Matematika Alquran, Al Bayinnah, Matematika Islam. Pelukis: ”Bumi itu Al Quran”. Aktivitas rutin yang dilakukan pada saat ini selain memberi kuliah, juga berdakwah ke berbagai masjid, instansi, sekolah dan menjadi trainer pada training SQ (Sains Qur’an) secara berkala diberbagai tempat serta Menayangkan temuan dari hasil telaah Alquran dan As Sunnah di internet yang telah dikenal dengan nama Flying Book yang sekarang sudah pada nomor 233. Setelah berumur 62 tahun beliau baru tahu kalau beliau generasi ke-31 Saidina Husein.

 

Ia sering mengatakan “Hai pemuda bangkitlah, hentikan pertengkaran dan perkelahian. Hentikan segala pertikaian. Mari maju menuju negeri Baldatun Thoiyyibatun wa Rabbun Ghafuur”. 

Silahkan Login untuk memberi rating

Rating:

0/5 dari 0 pembaca

Resensi :

Kategori terkait :