Kalau cinta sudah memilihmu, ke mana pun kau menghindar, tak akan ada cukup tempat kau bersembunyi. (hlm. 59)

 

ARJUNA NARENDRA RUSLAN. Cakep, iya, seksi, apalagi, baik, jangan nanya, deh. Termasuk lajang berkualitas di kantornya. Bahkan perempuan-perempuan yang merupakan rekan kerjanya, sering curi-curi pandang kepadanya. Ada Dian, Aszumi dan juga Nina yang memang sudah ditaksirnya sejak lama. Bahkan Dian kerap membawa dobel bekal sarapan, yang satu siapa lagi kalau bukan untuk Juna, panggilannya. Juna bukan tidakmenyadari pesonanya itu yang mampu meluluhlantakkan hati perempuan-perempuan, bahkan Juna ini terkesan narsis karena menyadari segala kegantengannya itu. Gimana nggak narsis coba, dikit-dikit merasa dirinya ganteng, merasa dirinya banyak yang naksir. Bahkan OB di kantornya pun iri padanya. Kenapa iri? Karena dia disukai dua perempuan sekaligus x)

ANNAKARENINA PURBANINGRUM atau yang kerap disapa dengan panggilan Nina. Perempuan idaman Juna. Nyaris sempurna. Pokoknya Nina ini tipikal perempuan idaman para lelaki. Harusnya Juna lebih gencar merebut hati Nina, apalagi dia sudah punya modal yang cukup; cakep plus mapan.

AYANA. Gadis kinyis-kinyis. Umurnya aja masih 16 tahun. Sering wara-wiri di kantor Juna. Kenapa? Dia homescholling plus anaknya Bos Juna. Jadilah dia bebas keluar masuk kantor, termasuk urusan merepotkan Juna. Dan Juna pun lemah iman untuk menuruti kemauannya yang cocoknya sebagai adiknya ini. Kekanak-kanakan tapi sesungguhnya amat perhatian terhadap Juna.

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Kita kan nggak bisa milih pada siapa kita jatuh cinta. (hlm. 6)
  2. Tuhan itu beserta orang yang sabar. (hlm. 44)
  3. Kadang kita itu sebagai manusia ngeliat semuanya, melihat segala sesuatunya hanya tampak luarnya saja. (hlm. 87)
  4. Orang kuat itu adalah orang yang bisa nahan diri saat marah. (hlm. 123)
  5. Tanya hatimu. Jangan ingkari apa yang dipilih hatimu. Bahkan orang buta pun bisa merasakannya. Kejarlah, mungkin kau akan lebih tenang. Dan jangan cari pelarian bodoh atau kamu akan menyesal pada akhirnya. (hlm. 240)
  6. Kesempatan tidak datang dua kali. Jangan sampai kamu menyesali sesuatu yang seharusnya tak perlu kau sesali. (hlm. 247)
  7. Laki-laki yang baik itu hanya untuk perempuan baik-baik. (hlm. 276)

Beberapa kalimat sindiran halus dalam buku ini:

  1. Makanya jaga tuh mulut. Katanya pinter tapi mulut udah kayak nggak sekolah. (hlm. 6)
  2. Gak baik juga tebar pesona di depan cewek-cewek yang naksir kamu dan cewek yang kamu taksir. (hlm. 12)
  3. Kan kamu laki-laki. Gak gentle amat, beresein begitu doang butuh bantuan. (hlm. 13)
  4. Tapi bukannya emang itu kerjaannya cewek, bergosip. (hlm. 19)
  5. Lah inilah susahnya cewek. Gak mau diem, mau juga diem. (hlm. 27)
  6. Makanya sering-sering bergaul sama anak muda. Jadinya kalau diajak ngobrol cepet nyambung. (hlm. 56)
  7. Bisa jadi sekarang ini senengnya sama si A tapi nanti berjodohnya sama si B. Atau ngarep banget buat berjodoh ama C tapi nanti dapetnya malah sama si D. Kalau usahanya nggak bener-bener dan serius bisa jadi itu yang sekarang di tangan ilang begitu saja. (hlm. 87)
  8. Beneran deh, hati kalau senang gak bisa diboongin. Orang sedunia mau ngomong apa juga, kagak ngaruh! (hlm. 117)
  9. Orang sok tau itu kebanyakan malah nggak tau apa-apa, lho. (hlm. 235)

Suka ama deskripsi para tokoh utamanya; Juna, Ayana dan Nina. Tokoh figurannya juga kuat, terutama Vio  dan Dave. Kisah mereka nggak kalah menarik dibandingkan para tokoh utamanya. Endingnya tak tertebak! ;)

Novel ini ala-ala Harlequin karena mengandung ginko biloba, jadi cocoknya dibaca buat tujuh belas tahun ke atas, gyahahaha… :D


Sumber:
Menampilkan 0 hingga 0 (dari 0 item)
Tidak Ada Resensi
Menampilkan 0 hingga 0 (dari 0 item)